Jenis lebah madu dan Habitat nya

By | September 14, 2020

Jenis lebah madu yang sudah diketahui dan dibudidayakan oleh kebanyakan orang, dan menghasilkan produk berupa madu, lilin lebah, propolis, royal jelly.

Lebah madu juga ada jenis menyengat dan tidak menyengat, keduanya bisa diternak juga. Beda jenis lebah madu beda juga rasa madu yang dihasilkan. Jenis lebah trigona biasanya dominan ada rasa asam nya, lebah lain nya biasanya dominan manis.

Yuk simak jenis lebah penghasil madu menurut para ahli :

Jenis lebah madu

jenis lebah madu yang sudah diketahui oleh para ahli dan sudah ditentukan jenis spesies dan nama nya ada 7 jenis, antara lain :

1. Apis mellifera – Lebah barat

apis mellifera lebah madu barat

Jenis lebah apis mellifera / lebah eropa / lebah import adalah lebah unggulan yang menghasilkan produk madu yang paling banyak, dalam satu tahun dapat menghasilkan 40-50kg dalam 1 koloni lebah.

Lebah jenis ini biasanya digembalakan dan berpindah pindah tempat mencari sumber pakan didaerah yang sedang musim bunga. Para peternak biasanya menyewa lahan di tempat masyarakat sekitar.

Apis mellifera dibudidayakan pertama kali oleh Apiari Pramuka, BPPT dan Departemen Kehutanan sekitar tahun 1970an, Lebah jenis mellifera ini adalah lebah impor dari Eropa, yang wilayah penyebarannya mencakup Yunani, Perancis, dan italy.

Di indonesia jenis lebah madu ini banyak di budidayakan di jawa tengah ( pati, rembang ), jawa timur, jawa barat, dan mulai di budidayakan di sumatera di kawasan hutan lindung.

2. Apis dorsata – Lebah raksasa / lebah hutan

apis dorsata hutan

jenis lebah madu Apis dorsata dikenal sebagai lebah raksasa atau jenis lebah hutan. Apis dorsata dianggap paling madu produktif lebah, 2x produktivitas madu ternak (Apis mellifera dan cerana). Apis dorsata ukuran juga lebih besar dari lebah ternak.

Apis dorsata membuat dan membangun sarang, hanya membuat ‘sisiran’, tergantung dari cabang-cabang pohon-pohon tinggi, cabang-cabang pohon, bagian atas terbuka. Apis dorsata sangat agresif dan galak, lebah jenis ini tidak dapat dibudidayakan.

Panjang sisiran sarang bisa mencapai 2×1 meter dan berat lebih dari 20 kg per berat sarang. Di Indonesia, apis dorsata bersarang di ketinggian 10 meter, sering bersarang di hutan pohon sialang untuk di sumatra.

Apis dorsata tersebar di Asia tropis dan subtropis, seperti Indonesia, Filipina, India, Nepal, dan tidak ada di luar Asia. Hanya di Indonesia, terletak di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian NTT dan NTB. Adapun spesies lebah Jawa jarang ditemukan.

Lebah madu jenis ini memiliki beberapa nama yang berbeda di berbagai daerah. Kalimantan Barat dikenal manye / muanyi, Jawa, sebelumnya dikenal sebagai tawon Gong / gung, di jawa barat dikenal sebagai tawon odeng, Sementara dalam bahasa Inggris sendiri disebut madu raksasa lebah.

Apis dorsata juga memiliki banyak jenis, termasuk dorsata Apis dorsata (asli India), dorsata Apis binghami (Indonesia dan Sulawesi, juga di Malaysia), dorsata Apis breviligula (di Filipina), Apis melelahkan (ada orang-orang di Himalaya, juga itu ada di Myanmar, Laos dan China utara).

Apis dorsata memiliki ciri khas rasa manis dan bau tajam dan menusuk. Kadar air 24-26% mengandung. Kandungan air yang tinggi karena lokasi sarang lebah hutan ada di alam, mereka mungkin akan terpengaruh oleh paparan alam setiap hari. Apis dorsata madu memiliki kandungan tinggi antioksidan pertanian lebah madu. Hal itu terkandung dalam bee pollen madu dan propolis. Hasil definitif Apis dorsata madu dicampur dengan racun dari pestisida, karena hidupnya di lingkungan alam. Jika salah satu bisa mengatakan, itu adalah madu organik (pakan).

Beberapa catatan penting tentang jenis lebah madu Apis dorsata, lebah hutan. dorsata Apis dapat membuat sarang dan madu dalam waktu 2-3 bulan setelah panen sarang lebah. Sebagai perbandingan, untuk lebah ternak memakan waktu sampai 6 bulan untuk menghasilkan 10 frame dalam kotak sarang.

Panjang sisiran sarang madu apis dorsata hutan bisa mencapai 1 sampai 3 meter, dan dalam 1 sarang lebah bisa menghasilkan puluhan kilo madu hutan, jika bukan dalam masa paceklik.

3. Apis cerana / asiatic honey bee – Lebah madu timur

apis cerana

Lebah apis cerana biasa disebut lebah lokal karena banyak terdapat di wilayah indonesia, lebah cerana bisa termasuk lebah yang bisa dibudidayakan.

Tersebar di asia, diantara nya indonesia, afganistan,china dan jepang. Dalam sekali panen biasanya hanya menghasilkan 2-5kg, lebah madu jenis ini sangat galak dan sengatannya sangat menyakitkan.

Kebanyakan peternak mulai beralih ke jenis lebah madu apis mellifera yang lebih unggul dalam produktivitas madu nya dan tidak ganas seperti apis cerana.

4. Apis nigrocincta – Lebah madu lokal sulawesi

jenis Apis nigrocincta lebah lokal sulawesi

Apis nigrocincta adalah jenis lebah penghasil madu yang hanya terdapat di sulawesi lebih tepatnya di daerah sangihe dan di philipina. Lebah ini biasanya hidup berkelompok dan sangat jarang berpindah tempat. Rata rata dalam sehari ratu lebah madu bisa bertelur 1500-2000 butir telur.

5. Apis andaeniformis / black drawf honey bee – Lebah hitam

lebah hitam apis andrenofonis

Apis andaeniformis atau lebah hitam awalnya disebut apis florea, karena bentuk nya kecil dan hitam, akan tetapi lebah ini berbeda.

Menurut study apis andaeniformis hanya tersebar di barat garis wallace, termasuk indonesia. Namum keberadaan nya sangat sulit ditemui.

Perbedaan dengan jenis lebah madu apis florea adalah di abdomen. Apis andaeniformis berwarna hitam ada garis putih sedang kan apis florea merah ada coklatnya.

6. Apis koschevnikivi / western honey bee – Lebah madu merah

lebah madu merah Apis koschevnikivi

jenis Lebah madu merah sesuai dengan nama nya warna dari lebah ini kemerah merahan dan dominan merah. Di jawa jenis lebah ini sudah sangat jarang ditemui di alam bebas. Lebah merah ini merupakan endemik pulau kalimantan

7. Apis florea / red dwarf honey bee – Lebah madu kerdil

Apis florea / lebah madu kerdil / apis trigona adalah jenis lebah madu terkecil dan tidak menyengat. Menghasilkan madu dominan rasa asam, tetapi paling berkhasiat dibanding jenis lebah lainnya.

Di indonesia sekarang mulai banyak dibudidayakan jenis ini, karena harga nya yang lumayan mahal buat dijual.

Produktivitas madu ini sangat sedikit dalam satu kotak koloni hanya dapat menghasilkan 1-3kg per panen atau 3 bulan sekali.

jenis lebah berbahaya

tawon vespa ndas

Jenis lebah madu yang berbahaya untuk dibudidayakan adalah jenis lebah dorsata / tawon hutan dan tawon ndas. Karena memang tidak bisa dibudidayakan dan sengatannya sangat mematikan.

jenis lebah madu yang tidak menyengat

Jenis lebah madu yang tidak menyengat adalah jenis apis florea atau apis trigona. Lebah jenis ini tidak menyengat tetapi mengigit, walaupun tidak menyengat tapi kita harus tetap hati-hati saat panen lebah jenis ini.

Jenis lebah trigona

Jenis lebah madu trigona / meliponi di indonesia lebih dikenal dengan sebutan lebah klanceng, galo galo, teuwel, kelulut, dan nama2 daerah lain nya.

Persebaran trigona di kawasan Indo-Malayan dan Australian sangat banyak spesiesnya, meliputi negara India, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar (Burma), Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam, Filipina, Malaysia, Singapore, Brunei, Papua Nugini, Australia dan Indonesia.

jenis lebah penyengat

Jenis lebah madu penyengat yang berada di indonesia yangdibudidayakan antara lain lebah apis cerana, mellifera. Rata2 lebah mempertahankan diri dengan menyengat, akan tetapi hanya ada 1 lebah yang tidak menyengat yaitu lebah trigona / kelulut / florea.

jenis lebah madu ternak

jenis lebah madu yang umum diternak di indonesia adalah apis cerana, apis mellifera, dan apis trigona.

Setiap jenis lebah mempunyai karakter dan madu yang dihasilkan juga berbeda pula, perbedaan rasa madu nya tergantung dari sumber nektar bunga yang dimakan lebah.

jenis tawon berbahaya

Jenis tawon yang berbahaya yaitu dari keluarga spesies tawon ndas, atautawon vespa biasanya mempunyai bentuk sarang oval besar dan bersarang di rumah dan pohon.

Sengatan lebah tawon ndas sangat mematikan karena bisa menyebabkan kematian pada manusia.

Habitat lebah madu

Salah satu syarat hidup lebah madu yakni adanya tanaman. Secara biasa lebah madu bisa hidup di seluruh belahan bumi, kecuali di daerah kutub. tidak ada satupun jenis lebah madu yang dapat hidup disana. Hal ini disebabkan di daerah kutub ngak ada tanaman yang menjadi sumber pakan lebah madu. Di daerah tropis lebah madu dapat berkembangbiak dengan baik dan produktif sepanjang tahun karena tumbuhan sebagai sumber pakan tersedia terus. Di daerah subtropis lebah madu, produktif pada musim dingin.

Di alam bebas banyak beberapa jenis lebah madu tinggal di gua-gua dalam hutan termasuk di tebing-tebingnya. Di hutan, koloni lebah madu juga tinggal di pohon-pohon yang berlubang. Sementara itu, di peternakan, lebah madu tinggal di dalam kotak (stup) yang terbuat dari kayu dan suasananya nyaman untuk ditempati lebah. Lokasi peternakan lebah madu harus dekat dengan tanaman sumber pakan seperti perkebunan atau hutan. Tujuannya agar produktivitas lebih tinggi karena terpenuhinya kebutuhan pakan. Para peternak lebah madu sering berpindah tempat mengikuti musim berbunga tanaman. Setelah masa berbunga tanaman di suatu daerah selesai, peternak akan pindah ke daerah lain yang tanamannya sedang berbunga.

Lebah madu merupakan jenis serangga yang unik karena mereka termasuk makhluk sosial. Biasanya, serangga merupakan makhluk soliter yang hidup menyendiri. koloni jenis lebah madu terdiri atas tiga bagian yaitu ratu lebah (queen), lebah jantan (drone), dan lebah pekerja (worker-bees). Selayaknya pada kerajaan manusia, keberadaan ratu benar-benar istimewa. Ratu ini berjenis kelamin betina, dan tugasnya kawin serta bertelur. Ukuran ratu paling besar, ukuran nya hampir 2x dan beratnya tubuh nya hampir 3x lebah pekerja. Umur ratu bisa mencapai enam tahun.

Tugas secara khusus lebah jantan ialah mengawini ratu. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada lebah pekerja tetapi lebih kecil daripada ratu. Umurnya mencapai tiga bulan. Jumlah lebah jantan dalam satu koloni sekitar puluhan sampai ratusan ekor.

Jenis lebah pekerja ialah lebah yang alat reproduksinya tak berkembang sempurna. Tugas jenis lebah madu pekerja adalah mencari makanan dan melaksanakan semua pekerjaan kecuali bereproduksi. Di dalam sarang, tugas lebah pekerja yakni memberi makan larva di ruang eraman yang terbuat dari lilin. Selain itu, juga bertugas memberi makanan khusus (royal jelly) kepada larva ratu (calon ratu) di dalam ruang ratu, serta memberi makan ratu. Jumlah lebah pekerja dalam satu koloni bisa mencapai 30.000-40.000 ekor. Umurnya hanya 35 hari.

Dalam kehidupannya, jenis lebah pekerja mempunyai dua fase tugas. Fase pertama ialah bekerja dalam sarang hingga separuh umurnya. Fase kedua bertugas di luar sarang termasuk mencari pakan.

Perbedaan umur yang signifikan antara jenis lebah ratu, lebah madu jantan, dan jenis lebah madu pekerja salah satunya karena faktor makanan. Selain makan madu dan polen, sang ratu makan royal jelly sebanyak 2-3 kali sehari sejak masih berbentuk larva. Royal jelly membuat ratu kuat dan bisa mendukung tugasnya bagi bertelur. Sementara itu, lebah jantan dan lebah pekerja hanya makan royal jelly ketika masih berbentuk larva hingga berumur 1-2 hari. Selanjutnya, mereka hanya makan madu dan polen.

Ukuran tubuh ratu lebih besar dipengaruhi oleh ukuran tempat tinggalnya. Larva ratu dibesarkan di dalam sel khusus yang lebih besar, luas, dan panjang dibandingkan dengan sel biasa. Bentuk selnya lonjong dan memanjang menyerupai kulit kacang serta letaknya di pinggiran di bawah sisiran.

Jenis lebah madu Ratu dan lebah pekerja punya alat penyengat, sedangkan lebah jantan ngga. Alat penyengat berfungsi bagi melindungi diri dan koloninya dari beraneka gangguan. Contohnya, kalau ada tikus masuk ke tempat tinggalnya, tikus hal yang demikian akan disengat sampai mati. Sengatan banyak lebah jenis tertentu bisa menyebabkan seekor anjing mati. Namun, setelah menyengat lebah pekerja itu akan mati karena alat sengatnya terputus. Ratu juga bisa menyengat berulang kali tetapi tak mengalami kematian. Ratu sangat jarang menggunakan sengatnya malahan ketika diganggu sekali pun.

Pada musim kawin, sang ratu akan terbang ke udara yang diiringi oleh para lebah madu jantan. Perkawinan terjadi ketika udara cerah. Bila ratu merasa jantannya kurang, dia akan mencari lebah jantan lain. Satu kali perkawinan bisa melibatkan 30 ekor lebah madu jantan. Sesudah perkawinan, lebah jantan akan mati karena kantong sperma terpisah dan tertinggal dalam kantong sperma ratu yang disebut spermatheca. Spermatheca merupakan tempat menyimpan sperma lebah jantan hasil perkawinan. Kemudian sang ratu akan pulang ke sarangnya. Sejak itu ratu akan bertelur setiap hari hingga simpanan sperma yang ada habis. Satu ratu bisa bertelur sebanyak 3.000 butir setiap hari. Ragam kelamin dari telur ditentukan oleh beberapa faktor di antaranya ruangan, makanan, tingkah laku ratu, dan iklim.

Dalam satu koloni jenis lebah madu hanya terdapat satu ratu. Jikalau ada larva calon ratu baru, larva tersebut akan di-matikan oleh ratu. Apabila ada yang sempat lahir, ratu yang lama akan bertarung dengan ratu baru hingga salah satunya mati atau ratu yang kalah akan meninggalkan sarangnya diikuti oleh sebagian lebah pekerja yang setia. Biasanya ratu yang hijrah yaitu ratu tua. Ratu ini akan membentuk koloni baru. Selain itu, ratu tua yang ngga produktif akan dimatikan oleh lebah pekerja dan akan diangkat ratu baru.

Satu koloni lebah madu bisa berpindah tempat dengan tujuan mencari sumber pakan baru karena di tempat yang lama sumber pakan dan air semakin berkurang. Pindah sarang juga bisa disebabkan karena sarang terlalu papas, terkena gangguan penyakit, atau ada pengganggu (pemangsa) terus-menerus.

Sarang lebah tersusun dari jajaran sel heksagonal yang merupakan tempat bertelur serta menyimpan madu dan tepung sari bunga yang dikumpulkan. Bentuk ini punya keunggulan dibandingkan dengan bentuk bulat atau persegi. Bentuk heksagonal membutuhkan bahan yang relatif sedikit, tetapi punya kapasitas sebagai tempat penyimpanan yang maksimal. Sekiranya sarang bentuknya bulat, tentu ada ruangan yang tak terpakai. Jika bentuknya persegi empat, pemakaian bahan menjadi lebih banyak.

Sarang dijaga oleh lebah penjaga. Jikalau ada penggangu seperti tikus, lebah pencuri madu, atau lebah asing yang akan masuk ke pintu sarang, lebah penjaga akan menyerangnya. Lebah penjaga merupakan lebah pekerja yang bertugas menjaga koloni dari pengganggu. Kebersihan sarang akan selalu dijaga oleh lebah pekerja. Bila larva menetas menjadi lebah, sarangnya akan segera dibersihkan oleh lebah pekerja.

Dalam mencari sumber pakan, jenis lebah madu pekerja bisa terbang dengan radius 2-6 km. Hormon feromon yang dikeluarkan oleh ratu akan menimbulkan bau yang dijadikan panduan oleh lebah pekerja untuk pulang, sehingga ngga tersesat. Lebah pekerja baru bisa tersesat sekiranya ada angin ribut atau badai.